Sabtu, 12 Juni 2021
Bacaan: Amsal 27:21
"Kui untuk melebur perak dan perapian untuk melebur emas, dan orang dinilai menurut pujian yang diberikan kepadanya."
Renungan:
Ada seorang guru SMA di Amerika yang memberi pelajaran bagaimana memberi pujian kepada sesama teman sebelum terlambat. Setiap orang diminta membuat sebuah daftar nama teman dan menuliskan pujian untuk temannya tersebut. Sang guru pun menuliskan pujian untuk setiap muridnya. Hasilnya, seluruh siswa bergembira dan sadar bahwa ternyata mereka memiliki kebaikan yang bisa terbaca dari setiap komentar teman-temannya. Ada yang berkata, "Aku baru sadar, ternyata aku berarti bagi seseorang," ada lagi, "Aku baru sadar ada yang mengasihiku." Beberapa tahun kemudian, Mark, salah seorang murid yang telah menjadi tentara, meninggal di Vietnam. Sang guru yang mengajarnya diberi kesempatan untuk menyampaikan sambutan pada upacara pemakaman Mark. Setelah selesai ayah Mark berbicara dengan sang guru sambil mengeluarkan kertas yang sudah berlipat-lipat dan kumal dari dalam dompet Mark, "Mark sering membicarakanmu. Lihat, kertas ini ada di dompet Mark. Ia
Kapan terakhir kita memuji orang-orang yang terdekat dengan kita? Kalau karena kesibukan kita, kita melupakan hal tersebut, maka mulailah hari ini sebelum terlambat. Mulailah memuji pasangan, orang tua, anak-anak, teman, pembantu, supir atau tukang kebun kita. Pujian memang hanya merupakan kata-kata sederhana, tetapi ketika kita mengatakannya dengan ketulusan hati, maka kata-kata pujian itu akan memiliki kuasa yang luar biasa. Tuhan Yesus memberkati.
Doa:
Tuhan Yesus, taruhlah perkataan-Mu dalam mulutku, sehingga setiap kalimat yang keluar dari mulutku memiliki kuasa yang dapat memberikan kelegaan, kelepasan dan kesembuhan bagi setiap orang yang mendengarnya. Amin. (Dod).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar